Arsip untuk Maret, 2010

Haji “Backpacker”

17 Maret 2010

Hari ini saya membaca buku “Haji Backpacker” karya Aguk Irawan. Bersama anak lanang sedang bermimpi (insya Allah) berhaji tahun ini sebagai backpackers. Somekind of a mission impossible to me, tapi kami yakin tidak bagi Allah.

Kunanti ‘petunjuk’ dari all my friends atau teman/saudaranya, untuk memperoleh calling visa untuk kami, baik berangkat dari Indonesia atau negara manapun (terutama Asia barat, Afrika utara, Eropa tenggara). Adakah yang dapat membantu?

Yogyakarta, 16 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Selamat Nyepi

17 Maret 2010

Hari ini, sepenggal kalimat sederhana ingin saya tulis dengan tulus:

Setelah melasti
kini (me)nyepi
lalu semua sukma tertuju ke dalam sunyi
dan bahkan suara bom pun Tuhan tak pernah menyukai…
Selamat Nyepi

(Inilah satu-satunya di dunia, ucapan yang tidak ingin diterima tepat pada harinya. Maka, mas Nengah, kang Wayan, kangmas Ketut, kalau Sampeyan hari ini membaca tulisan ini berarti nyepi Sampeyan batal…)

Yogyakarta, 16 Maret 2010 (Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1932)
Yusuf Iskandar

Status Di Facebook

17 Maret 2010

Facebook membatasi penulisan status hingga 420 karakter. Maka kebiasaanku menulis ‘status’ berupa cerpuuen (cerita puuendek) menggunakan fasilitas facebook mobile, sering memaksaku untuk bergulat dengan singkatan-singkatan tapi diusahakan tetap mudah dibaca. Alternatif menulis dalam ‘notes’ berarti harus buka laptop, tidak praktis. Karena itu: “Harap menjadikan maklum adanya” (adanya ya memang seperti itu…)

Yogyakarta, 16 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Mainan Baru Bernama “Free Style”

17 Maret 2010

Sudah dua Harpitnas tahun ini anak lanang tidak kasak kusuk merencana untuk mendaki gunung seperti biasanya. Rupanya lagi asyik dengan mainan barunya. Namanya ‘free style’, turunan dari basket-ball, yang kedengaran asing di telinga manusia jadul seperti ortunya, sebab dulu tidak dikenal di jaman ortunya muda. Tinggal menjadi tugas manusia jadul itu untuk menjaga agar anaknya tetap keep on the right track demi melihat gelagat “sekolah kok jadi nomor dua…?”

***

Di stasiun KA Lempuyangan Jogja, mengantar anak lanang (15,5 tahun kurang dikit) berangkat ke Jakarta bersama tim ‘free style’-nya. Pamitnya mau rekaman untuk acara ‘Gong Show’, lalu ikut audisi ‘Indonesia Mencari Bakat’.

Ugh…! Kali ini ortunya benar-benar harus berperan menjadi manusia jadul…, tidak bisa pethakilan turut partisipasi, selain merestui dan nyangoni donga (+ rupiah tentu saja): “Hati-hati dan sukses yo le…!”.

(Le : adalah sapaan akrab masyarakat Jawa ndeso untuk anak lelakinya)

Yogyakarta, 15 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Membatalkan Puasa Senin-Kemis

17 Maret 2010

Kolegaku yang sedang puasa Senin-Kamis, tiba-tiba kirim SMS. Merasa kurang pede dia tanya: “Saya pusing sekali, boleh nggak ya kalau saya batal puasa?”.

Sebenarnya pertanyaan mudah, malah tadinya tidak akan saya jawab. Tapi saya pikir, siapa tahu bisa kecipratan pahalanya, maka kujawab: “Berbuka saja nggak apa-apa, insya Allah niat awalmu sudah dicatat sebagai ibadah”.

Nampaknya jawabanku memuaskannya. Sesaat kemudian saya susulkan SMS: “Minimal aku yang mencatatnya…”

Yogyakarta, 15 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Tuhan Menyertai Setiap Mimpi

17 Maret 2010

Membaca catatan perjalananku berkeliling Amerika, ada pembaca bertanya, bagaimana caranya untuk bisa kesana. Dalam hati sebenarnya ingin menjawab: “Belilah tiket pesawatnya dan uruslah visanya”. Entoch begitu, yang kemudian saya katakan adalah, jangan pikirkan bagaimana caranya, tapi yakini bahwa suatu saat akan kesana (+ doa tentu saja). Mimpi? Saya sudah membuktikan bahwa Tuhan menyertai setiap mimpi, semntara kita sering berprasangka terhadap-Nya…

Yogyakarta, 15 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Gempa Rutin

17 Maret 2010

Rupanya info gempa 4 SR di Jogja beberapa hari yll, dapat membangkitkan trauma bagi seorang teman di tempat lain. Kepada temanku itu lalu saya pesankan (menirukan himbauan ‘normatif’ petugas BMKG): “Itu gempa rutin dan kecil saja, tidak perlu cemas” (Tapi di dalam hati sebenarnya saya terjemahkan himbauan itu menjadi: “Cemaslah kalau itu gempa buesar, karena ketika hal itu terjadi, rumah sampeyan sudah telanjur pada rubuh…”)

(SR : Skala Richter)

Yogyakarta, 14 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Antara Sholat Dan Tidur

17 Maret 2010

Adzan subuh bersahut-sahutan, ini orang-orang masih pada ngebluk di masjid. Woo.., lha wong cara adzan-nya keliru…

“Ash-sholatu khoirum-minan-naum” (sholat itu lebih baik daripada tidur). Mestinya teriak ash-sholatu-nya panjang, naum-nya pendek. Lha ini kebalik, ash-sholatu-nya pendek, naum-nya panjang.

Pantesan, wong seruan tidurnya lebih panjang (nauuuuuum) daripada sholatnya (ash-sholatu). Bukan salah yang tidur, hanya kebablasan…

Yogyakarta, 14 Maret 2010

Yusuf Iskandar

Nasi Goreng Ndeso

17 Maret 2010

Usai bercengkerama kok njuk luwe (lapar)… Maka dayagunakan sisa energi yang tadi untuk ngerasanin tetangga, kini untuk bikin nasi goreng ndeso. Ambil cabe besar, cabe rawit, bawang merah, garam, lalu diulek di cobek, tambahkan sedikt gula pasir. Campurkan nasi putih (sebaiknya yang tidak lembek), lalu digoreng. Hasilnya? Wow…, jangan tanya (tanya saja nggak boleh), dan ditutup dengan nyruput kopi hitam… Oedan tenan!

Yogyakarta, 13 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Ngerasanin Tetangga

17 Maret 2010

Mumpung langit cerah, hawa di dalam terasa gerah, psikis butuh istirah, bercengkerama dengan ibunya anak-anak di depan rumah… Ngobrol tentang anak-anak, tentang makan, tentang ‘kau dan aku’, lalu akhirnya ngerasanin tetangga… Namun, believe me! Ngerasanin tetangga itu terkadang perlu. Bukan untuk tujuan ghibah (mencela atau menjelek-jelekkan), tapi lebih untuk maksud berhikmah agar kita lebih pandai menempatkan diri dan bersikap dalam bermasyarakat…

Yogyakarta, 13 Maret 2010 (Malam Minggu)
Yusuf Iskandar

Sphagetti Cap Kwetiau

17 Maret 2010

Habis subuhan saya cari-cari istriku rupanya sudah melarikan diri dari TKP hendak menghilangkan barang bukti. Tapi saya salah, rupanya dia pergi ke pasar belanja pesanan putriku yang semalam sibuk mencari resep sphagetti. Tapi sayang, yang dibawa pulang bukan mie sphagetti melainkan mie gepeng kwetiau. Maka jadilah putriku menyajikan sphagetti cap kwetiau… Meski tampilannya njelehi, tapi yo woenak ki……

Yogyakarta, 13 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Program Sholat Setahun

17 Maret 2010

Sepanjang badan dikandung hayat, ada seorang temanku hanya sholat setiap Jumatan saja. Kepadanya saya usulkan program sholat setahun: Bulan pertama lengkapi sholat setiap Jumat; lalu bertahap ditambahi harinya hingga lengkap dalam 12 bulan. Liburlah setiap tanggal merah.

“Maka kalau bulan depan kamu ketabrak becak, lalu doed.., insya Allah arwahmu akan diterima sebaik-baiknya di sisiNya…”. Dan, temanku pun cepat-cepat ngabur...

Yogyakarta, 13 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Pak Tua Penjual Tapai

13 Maret 2010

Pulang jum’atan ketemu pak tua penjual peuyeum (tapai), menuntun sepeda yang sama tuanya. Lalu saya suruh ke rumah karena saya mau beli. Saya beri uang lebih tidak mau, malah piringku dipenuhi tapai. Ketika ada teman datang, semua tapai itu saya suruh bawa pulang.

Tinggal istriku keheranan: “Jadi untuk apa tadi beli tapai banyak sekali…”.
Kujawab: “Bukan tapainya yang saya beli, tapi waktu milik pak tua itu, untuk saya ajak ngobrol…”

Yogyakarta, 12 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Dulmatin

13 Maret 2010

Telah meninggal dunia dengan dikejar-kejar polisi, Dulmatin. Semoga arwahnya diterima sebaik-baiknya di sisiNya sesuai amal ibadahnya (Kalau menurut kalkulasi Tuhan amalnya buruk, ya pasti tidak jadi sebaik-baiknya. Keputusan Tuhan dijamin bebas rekayasa. Tapi “anehnya” semua pelayat termasuk ulama, pejabat dan aparat keamanan, akan mengamini doa agar dosa-dosa Dulmatin diampuni dan masuk sorga. Hanya karena doa itu dalam bahasa Arab maka tidak banyak yang ‘ngeh’…)

Yogyakarta, 12 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Gempa Petang Di Jogja

13 Maret 2010

Sedang asyik-asyiknya dzikir habis maghrib di masjid, tiba-tiba terjadi gempa cukup keras dan mengagetkan, di Jogja. Sebentar saja, sekitar 3 detik. Tapi… Waspadalah! Waspadalah! Bencana terjadi bukan hanya karena niat (Maha) Pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan (Karena itu tutuplah peluang timbulnya kesempatan itu, dengan “berbaik-baik” kepada Sang Maha Pelakunya…)

Yogyakarta, 11 Maret 2010
Yusuf Iskandar

***

Gempa di Jogja kemarin petang, tepatnya pukul 18:27 WIB, 4 skala Richter, berpusat di tenggara mBantul. Menurut BMKG Jogja, agar warga tidak perlu cemas, wong gempa seperti ini terjadi setiap hari, hanya kemarin itu skalanya sedikit lebih besar sehingga agak terasa getarannya. Yen tak pikir-pikir….semua juga begitu. Asal jangan nanti terjadi gempa rutin, tapi ketika itu skalanya 8,9 Richter…..

Yogyakarta, 12 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Buku “The Art of Practical Leadership”

13 Maret 2010

Hari ini saya menerima kiriman 3 exp buku berjudul “The Art of Practical Leadership – Memimpin Puluhan Ribu Karyawan Menuju Sukses” oleh Armando Mahler (Presdir PT Freeport Indonesia), tebal 261 halaman, tahun 2009, penerbit CV Aksara Buana, dimana saya dipercaya menjadi editor merangkap ghost writer. Rencananya akan saya distribusikan 1 exp untuk Perpustakaan Tambang UPN, 1 exp untuk Paguyuban Pensiunan Freeport, 1 exp untuk arsip pribadi.

(Jurusan Tambang UPN “Veteran” Yogyakarta adalah almamaterku — Buku tersebut dapat diperoleh di toko buku Gramedia))

Yogyakarta, 11 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Teks Tentang Bu Inul

13 Maret 2010

Dalam naskah soal ulangan mid-semester Bahasa Inggris kelas X di sekolah anakku, terdapat teks bacaan (entah dikutip darimana) berjudul: “Inul aims to drill after haj”. Konon, Bu Inul itu akan ngebor lagi sepulang dari haji, maka saya menduga Bu Inul ini kalau bukan buruh minyak, buruh tambang, ya tukang sumur…!

Baru setelah membaca teksnya, woo… rupanya Bu Inul ini yang penyanyi ndang-ndut dengan keahlian khusus raunchy hip-gyrating dance

Yogyakarta, 11 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Indahnya Sedekah Doa

11 Maret 2010

Sedih rasanya mendengar kabar dua teman SMA (berarti umurnya +/- sebaya saya) terkulai menderita stroke. Padahal belum sebulan seorang teman SMA lainnya berpulang juga karena sakit yang masih ada hubungannya dengan stroke…

Puji Tuhan wal-hamdulillah… Bukan karena sakit itu, melainkan saya masih punya kesadaran untuk menambah daftar doa tulus kepada Tuhan. Begitu saya berharap orang lain melakukan hal yang sama bagi sesama… “Indahnya sedekah doa”, ketika tangan tak mampu meraih…

Yogyakarta, 9 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Ember Kecil

9 Maret 2010

Ngopi pagi dan sore sudah menjadi kebiasaanku. Sekali waktu istriku bikin teh tubruk, tiba-tiba saja aku jadi kepingin dan minta dibuatkan juga. Tidak lama kemudian: “Itu tehnya di meja”, kata istriku. Nampak satu gelas buesar… teh kental hangat sudah siap di meja.

Saya lalu berpesan: “Mbok ya, lain kali bikin tehnya pakai gelas saja”.
Lha itu… apa?”, tanya istriku heran.
“Lho.., itu bukannya ember kecil?”, aku balik tanya.

Yogyakarta, 8 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Suatu Siang Di Jogja

9 Maret 2010

Siang panas terik di Jogja, lapar berat, capek, mampir warung soto ‘komboran’ di bawah pohon pinggir jalan + es jeruk, cukup Rp 5000,-. Keluar dari warung ada tukang asinan (perlu diketahui, di Jogja jarang ada yang jual asinan), makan lagi sambil duduk di pinggir jalan, cukup Rp 6000,-. Ngasih tukang parkir uang lebih dengan pesan: “Habis ini nyoto pak”. Tukang parkir pun matur nuwun berkepanjangan.. Ugh, hidup itu kan sekedar nunut nyoto

Yogyakarta, 8 Maret 2010
Yusuf Iskandar


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.