Menjelang setengah malam, hari
purnama belum sampai
tapi bulan di atas kepala
dan awan tipis menyelimuti silih berganti
Menjelang setengah abad, usia
beberapa purnama mesti dihampiri
tapi bulan akan tetap di atas kepala
awan hitam putih masih akan datang dan pergi
Rembulan harus tetap ditinggikan
agar cukup waktu matahari bangkit mengganti
Kesadaran harus ditancapkan
agar nurani tidak lalai menerangi hati
Ribuan lembar halaman kosong telah penuh dengan goresan pena
Entah masih ada berapa banyak lagi halaman kosong menanti kata dan makna
Sekali tinta memercik mengotori
Tak kan pernah putih kembali
Tak sekali jua waktu berbalik memutari
Tuhan, tak kan pernah sia-sia Engkau perlihatkan kuasa-Mu
seperti rembulan mengantarkan malam menuju pagi
seperti matahari menandai pergantian hari
Tuhan, kumohon ijin-Mu
agar dapat kujelang dan kulalui beberapa purnama lagi
melengkapi perjalanan usia setengah abad
Tuhan, kumohon ijin-Mu
agar dapat kubaktikan hidupku lebih lama lagi
seribu purnama ingin lebih kumaknai
Tuhan,
akan kusaksikan purnama terus menerangi
akan kujaga tanda kekuasaan-Mu
seperti bulan di atas kepala malam ini
Yogyakarta, tengah malam 30 Maret 2009
Yusuf Iskandar
Kaitkata: bulan, halaman kosong, matahari, purnama, setengah abad