Hari ini, sepenggal kalimat sederhana ingin saya tulis dengan tulus:
Setelah melasti
kini (me)nyepi
lalu semua sukma tertuju ke dalam sunyi
dan bahkan suara bom pun Tuhan tak pernah menyukai…
Selamat Nyepi
(Inilah satu-satunya di dunia, ucapan yang tidak ingin diterima tepat pada harinya. Maka, mas Nengah, kang Wayan, kangmas Ketut, kalau Sampeyan hari ini membaca tulisan ini berarti nyepi Sampeyan batal…)
Yogyakarta, 16 Maret 2010 (Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1932)
Yusuf Iskandar