Arsip untuk Februari, 2010
25 Februari 2010
Wonosobo – Jogja via Kertek, Sapuran, Borobudur, ditambah dengan ramuan purwaceng (ini rahasianya…), ternyata dapat diselesaikan dalam 2,5 jam lebih sedikit. Saya pikir, cukuplah… (Memangnya mau berapa jam sih?)
Yogyakarta, 23 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:borobudur, jogja, kertek, purwaceng, sapuran, wonosobo
Ditulis dalam > Seputar JAWA TENGAH, INDONESIA | 3 Komentar »
25 Februari 2010
Turun dari Dieng menuju Wonosobo gelap bin gulita (lha wong malam, maksudnya karena jalan berkabut), berliku, menurun, untung rute ini sudah dibuka (minggu yll putus karena longsor). Tiba di Wonosobo, dilanjut dengan berburu kuliner. Selalu dan selalu… Pilihan jatuh ke sate kambing dan tongseng kambing muda Bang Mamat (Mamat ini juga bukan nama kambing), yang katanya top-markotop…
(Saya mampir ke warung sate kambing Bang Mamat yang di cabang Jl. A. Yani, Wonosobo, jalan yang menuju arah ke Banjarnegara)
Wonosobo, 22 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:bang mamat, dieng, kuliner, sate kambing, wonosobo
Ditulis dalam > Seputar JAWA TENGAH, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
25 Februari 2010
Akhirnya sampai juga ke Batur, Dieng. Mau cari jalan tembus malah jadi enggak karuan rutenya, ternyata saya melalui jalan desa bak sungai kering. Lewat tengah hutan, hujan, sendiri, ‘Jazz’-ku sampai teriak-teriak saya perkosa nanjak lewat jalan batu. Benar-benar memacu adrenalin. Agar lebih hot (maklum, cuaca dingin berkabut), sampai Dieng ditambah dopping dengan segelas purwaceng… Malam ini bakal ruarrr biasa…..ngantuknya.
Dieng – Wonosobo, 22 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:adrenalin, batur, dieng, jalan tembus, jazz, purwaceng
Ditulis dalam > Seputar JAWA TENGAH, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
25 Februari 2010
Hari ini menjajal trayek: Kendal – Batang – Subah – Bandar – Batur – Dieng – Wonosobo. Rute ini belum pernah saya lalui. Mudah-mudahan kondisi jalan layak untuk didaki dengan ‘Jazz’. Kalau ternyata tidak? Lha ya balik lagi. Gitu aja kok repot…! Maka agar Jazz kuat mendaki, sopirnya berhenti dulu makan sate kambing ‘Bu Tris’ (Bu Tris ini bukan nama kambing) di Banyuputih, Batang.
Banyuputih – Batang, 22 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:bandar, banyuputih, batang, batur, dieng, jazz, kendal, sate kambing
Ditulis dalam > Seputar JAWA TENGAH, INDONESIA | 2 Komentar »
25 Februari 2010
Menjalani trayek Jogja – Klaten – Boyolali – Salatiga – Semarang – Kendal. Mampir kec. Boja mbelah duren… Aaah, ritual mbelah duren langsung di sumbernya, dimana durian berjatuhan dari pohonnya… (Trims untuk Kang Djumarno dan keluarga, serta teman-teman se-SMA 30 tahun yll).
Yogyakarta, 21 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:boja, duren, kendal, ritual, semarang
Ditulis dalam > Seputar JAWA TENGAH, INDONESIA | 4 Komentar »
25 Februari 2010
Istriku bercerita bangga, katanya ketika pagi-pagi pergi ke pasar naik motor, muka dan badannya terasa segaaar sekali… Maka sebagai suami aku menyahut penuh kasih : Wahai istriku, kalau memang demikian, biar muka dan tubuhmu selalu segar, aku rela “nyang pasaro ben esuk… (pergilah ke pasar tiap pagi)!”.
Yogyakarta, 20 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:istri, motor, pasar
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
19 Februari 2010
Seorang wanita pembaca Blog-ku (ini) berkomentar, katanya tulisanku ‘nggregetno’ (bikin geregetan). Wooo…belum tahu dia, itu baru tulisannya!
***
Pembaca Blog-ku yg geregetan itu lalu berkata lagi : “mbok jadi pelawak…” Lho, piye to iki? Ya saya harus tahu dirilah. Untuk bisa ‘nggregetno’ itu perlu mampu berpikir sistematis. Sedang untuk jadi pelawak perlu mampu berpikir ngalor-ngidul pating pecothot. Yang terakhir itu porsinya mereka yang sering tampil di televisi dan koran akhir-akhir ini…, bukan porsiku!
(Maaf mbak Win, komentar Anda sungguh membuat saya terinspirasi. Just kidding….., untuk guyonan saja…..)
Yogyakarta, 19 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:blog, geregetan, just kidding, pelawak
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
18 Februari 2010
Rokok dan korek apiku hilang tertinggal di Pasar Festival waktu makan siang kemarin. Tapi seorang temanku malah tertawa ngakak dan berucap “Alhamdulillah”. Wooo… dasar! (dasar bukan dia yang kehilangan, maksudnya).
(Ini kali pertama saya masuk Pasar Festival, Jakarta, ke Food Court cari makan siang)
Yogyakarta, 18 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:jakarta, pasar festival, rokok
Ditulis dalam > Seputar JAKARTA, INDONESIA | 1 Komentar »
18 Februari 2010
Di Terminal 3 Cengkareng yang tata suaranya ‘gak main’ seperti halnya bandara Hasanuddin, ada acara lepas sepatu ketika melewati security check kedua dan berbunyi “nguiiing”. Sepatu pun menjadi pihak pertama yang pantas dicurigai, setelah pemilik dan tentengannya…
***
Di Terminal 3 Cengkareng, ada sebuah ruangan di pojokan bertulisan huruf besar warna merah, berbunyi : “smoking kills”. Kedengaran lebih sensual sebagai penghalus (atau malah pengkasar?) untuk kata : “smoking room”.
(Meski sudah beberapa kali menggunakan jasa Terminal 3 Cengkareng, tapi selama ini hanya untuk datang. Malam itu adalah pertama kali saya berangkat dari Terminal 3 yang adalah Terminal Haji. Selama ini Terminal 3 baru dimanfaatkan oleh maskapai Air Asia dan Mandala Air. Terasa ada nuansa lain di Terminal ini, antara lain ya adanya ruang kaca “smoking kills” itu tadi…)
Jakarta, 17 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:air asia, mandala air, security check, smokng kills, terminal 3, terminal haji
Ditulis dalam > Seputar PERJALANAN UDARA, INDONESIA | 2 Komentar »
18 Februari 2010
Sore ini berkesempatan mengunjungi dapurnya Wikimu.com (media online jurnalisme warga) dan berjumpa dengan tim ‘juru masaknya’. Terima kasih untuk mbak Melani dan mas Bayu atas sambutan dan jemputannya.
(Media online jurnalisme warga – Wikimu – adalah tempat dimana setiap warga, siapa saja, boleh mengirim informasi, berita, cerita, foto, atau apa saja untuk dibagikan kepada siapa saja….. Dengan mottonya : ‘Bisa-bisanya Kita’)
Jakarta, 17 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:jakarta, jurnalisme warga, media online, wikimu
Ditulis dalam > Seputar JAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
18 Februari 2010
Boarding belakangn, rada sepi. Seorang Satpam tiba-tiba mendekat dan berkata pelan: “Rokoknya pak”.
Karena saya rasa kata-kata ini aneh, sy balik tanya memastikan: “Apa pak?”.
Pak Satpam menjawab: “HP-nya tidak ketinggalan pak?”.
Spontan saya jawab: “Oo tidak pak”.
Sambil berjalan menuju pesawat saya berpikir: “Kok sepertinya aneh!”. Sesaat kemudian baru saya ‘ngeh’. …”Eee… alah, pak Satpam, pak Satpam…, caramu kurang manis utk mengharap kebaikan org lain…”.
(Peristiwa ini terjadi di bandara Adisutjipto, Yogyakarta, Gate 1, sewaktu boarding Lion Air menuju Jakarta)
Jakarta, 17 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:adisutjipto, bandara, lion air, satpam, yogyakarta
Ditulis dalam > Seputar PERJALANAN UDARA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
18 Februari 2010
Melihat saya pagi-pagi mau pergi pakai mobil, anak lanang tanya: “Mau kemana pak?”.
Kujawab: “Ke Jakarta”.
“Kok pakai mobil?”, tanyanya.
“Insya Allah sore pulang”, jawabku.
Lalu ia pun berkomentar: “Ah, ke Jakarta kok cuma nunut minum…”.
Enggak mau kalah, aku pun menjawab: “Bukan, cuma mau nunut nyoto sama buang hajat, mumpung di sana banyak air…”.
Yogyakarta, 17 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:buang hajat, jakarta, nyoto
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
16 Februari 2010
Ada warung soto di pojokan jalan kok ramai. Sekalian saja ikut meramaikan biar seperti potong padi di sawah. “Urip iku mung sak dermo nunut nyoto…“, maka kini giliran warung sotonya Pak Muhadi, Pakel, Jogja. Sejak 1987 eksis dengan soto ‘komboran’-nya berarti sukses dengan brand image-nya sndiri. Jangan menilai soto dari warungnya, tapi cobalah dan nikmatilah dulu sotonya. Seperti jangan menilai wanita dari tampilannya, tapi cobalah… kenali dulu pribadinya.
Yogyakarta, 16 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:brand image, komboran, pak Muhadi, pakel, soto daging
Ditulis dalam > Adventure of MAKAN-MAKAN, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
15 Februari 2010
Siang-siang ada yang ketuk-ketuk pintu. Dari “data statistik”, orang yang nekad melakukan ini >80% adalah peminta sumbangan dari Madura a/n ini-itu. Kubuka juga pintu rumahku sambil ngedumel dalam hati : “Waktunya orang tidur kok ya ketuk-ketuk pintu minta sumbangan!”.
Begitu pintu terbuka, seseorang menyodorkan bungkusn kecil sambil berkata sopan : “Pak, ini ada titipan kue ranjang dari Pak…….. (nama seseorang)”. Alamak! Dosa apalagi yang hendak aku kumpulkan hari ini…..
Yogyakarta, 15 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:alamak, Kue Ranjang, madura, statistik, sumbangan
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »