Dari debat capres semalam, saya jadi tahu apa yang ada di pikiran mereka, bagaimana cara mikirnya, serta bagaimana mereka menata, mendudukkan dan berbagi buah pikirannya. Hasilnya, mempersempit pilihan saya. Satu kandidat presiden saya eliminasi dari pertimbangan. Tinggal dua yang masih saya beri kesempatan untuk bisa meyakinkan sebagai yang terbaik (ya diantara dua itu saja….., wong pilihannya ya itu…..).
(Semalam melihat dan menikmati Debat Capres putaran kedua melalui siaran televisi, kecuali “pariwara berikut ini”….)
Yogyakarta, 26 Juni 2009
Yusuf Iskandar
Kaitkata: debat capres, kandidat presiden, pariwara
26 Juni 2009 pukul 15:07:20 |
wah..
jadinya menyempit ke yang mana saja nih pak?
kalau saya dari dulu sudah menyempit ke satu pilihan saja.. “golput”.. hehehe
26 Juni 2009 pukul 20:55:24 |
He..he.. semua saya nikmati sebagai sebuah “entertainment”…
27 Juni 2009 pukul 22:28:22 |
saya pun sudah mengeliminasi salah satunya pak. tanpa melihat hasil dbate pun saya sdh mngeliminasix dr dulu.
entertaining ya pak? oq menurut saya boring bgt ya…jaimx pool2an. padahal diluar debate sering melontarkan statement2 seru:)