Posted in > Seputar TEMBAGAPURA, PAPUA, tagged cacing, fear factor, hak asasi, helminthophobia, phobia, Scoleciphobia, takut, vermiphobia, wormophobia on 22 Maret 2008 | Tidak ada komentar »
Misty Chapell sempat kamitenggengen (tertegun seperti tidak percaya), menatap seonggok cacing yang tampak pating krungkel (saling belit-membelit menjadi satu). Bukan karena kaget atau kagum, melainkan karena dia harus segera memakan cacing-cacing itu. Ya, Misty mesti mengambil cacing-cacing itu, lalu mengunyah dan menelannya. Rasa jijik, kotor, mau muntah, mual, jorok, bercampur menjadi satu.
Mula-mula Misty merasa begitu [...]
Read Full Post »
Sehabis subuh, bersiap hendak terbang ke Bengkulu. Secangkir Coffee-Mix sudah siap di meja. Sambil menunggu taksi, sambil menyeruput kopi campur. Dan, tidak ketinggalan sebatang rokok putih, yang ternyata tinggal sebatang dalam bungkusnya yang berwarna merah-putih.
Setelah membaca koran pagi, barulah saya ingat bahwa hari itu adalah tanggal 31 Mei sebagai Hari Tanpa Tembakau (World No Tobacco [...]
Read Full Post »
Pagi itu, kira-kira sebulan yang lalu, saya mesti buru-buru menuju bandara Cengkareng. Menurut tiket pesawat yang sudah di tangan, saya akan kembali ke Yogya dengan pesawat Mandala penerbangan pagi. Sebenarnya saya rada ogah-ogahan naik pesawat ini. Waktu berangkat ke Jakarta kemarinnya naik Garuda, tapi kembali ke Yogya terpaksa menggunakan jasa pesawat Mandala karena kehabisan tiket [...]
Read Full Post »
Hari sudah gelap di Kemang Timur. Akhirnya dapat taksi juga setelah agak lama menunggu di tepi jalan, gerimis lagi. Begitu duduk di jok belakang kiri, segera terasa bahwa kondisi kendaraan masih agak baru. Meski rada remang-remang, interior dalamnya terlihat bersih, tidak kusam, tidak terkesan jorok, tidak bau apek. Pendeknya, sudah lama tidak ketemu taksi yang [...]
Read Full Post »
Jam limo keliwat limo (05:05) pagi, sepur Argo Dwipangga jurusan Solo - Jakarta memasuki statsimun Jatimanaraga (Jatinegara, mangsudnya…..). Saya terbangun dari mimpi karena selimut pinjaman pramugari sepur ditarik-tarik sama yang tadi meminjaminya, sesaat sebelum kereta memasuki Jatinegara. “Hampir sampai…..”, katanya seperti terburu-buru sembari tidak perduli.
Mata masih agak siut-siut, antara melek dan merem. Saya lihat jatah [...]
Read Full Post »