Feed on
Tulisan
Komentar

Arsip untuk Maret 19th, 2008

Sekali waktu di terminal keberangkatan luar negeri bandara Soekarno-Hatta. Selesai tas jinjing disinar-X, rupanya petugas imigrasi tahu kalau di dalamnya ada tumpukan uang lima-puluh ribuan. Tanpa basa-basi, dengan senyum cengengesan di depan orang lain, pak petugas nembung (minta ijin) : “Boleh ditinggal satu lembarannya, Pak?” (maksudnya lembaran uang lima puluh ribuan tentu). Terkejut juga saya [...]

Read Full Post »

Orang akan mengatakan bahwa kota Balikpapan adalah pintu gerbang propinsi Kalimantan Timur, meskipun kota Samarinda adalah ibukotanya. Balikpapan memang telah beranjak menjadi kota besar, padat, ramai, dan berkembang pesat. Kelebihannya kota ini tergolong kota yang enak dikunjungi, rapi dan suasana kotanya relatif tertib.
Namun coba agak menjauh ke utara sejauh 115 kilometeran menuju kota Samarinda. Sungguh [...]

Read Full Post »

Menyusuri sungai Kandilo di wilayah kabupaten Pasir, Kaltim, dengan naik ketinting kecil membuat dag-dig-dug juga mulanya. Sedikit saja badan bergoyang patah-patah karena mengatur posisi pantat sambil kedua tangan bertumpu di kedua sisi perahu, maka perahupun ikut oleng. Pendeknya, duduk mesti tenang dan diemmmm….. aja. Tapi lama-kelamaan jadi terbiasa juga menikmati olang-oleng-nya ketinting. Asal tidak tumplek… [...]

Read Full Post »

Tengah hari di bulan lalu, di kapal fery dalam penyeberangan dari Penajam menuju Kariangau, Balikpapan. Duduk di salah satu bilik dek penumpang sambil menonton acara televisi yang terkadang gambarnya jelas terkadang blawur. Nonton TV yang dipaksakan. Sebab di sisi kiri dek ada yang buka counter jualan kaset, CD, VCD dan sebangsanya, dengan alat peraganya adalah [...]

Read Full Post »

Di wilayah Sungai Terik, kecamatan Batu Sopang, kabupaten Pasir, Kaltim, kami berhenti di pinggiran jalan raya, tepatnya di halaman rumah orang, setelah menempuh perjalanan kira-kira 50 km dari kota Tanah Grogot. Wilayah ini berada di jalur jalan Trans Kalimantan Banjarmasin - Balikpapan, atau disebut juga jalan negara atau jalan Ahmad Yani. Kira-kira berada 20 km [...]

Read Full Post »

Namanya hotel “Mama Rina”. Menilik namanya, jelas dapat ditebak bahwa sang pemilik hotel adalah ibunya Rina. Seseorang yang bernama Rina ini ternyata memang anak ragil dari seorang ibu yang baru saja pulang haji. Sebut saja bu haji. Di sebelah kiri bagian depan hotel terpajang tulisan ucapan sambutan selamat datang yang nadanya mengelu-elukan sang pemilik hotel [...]

Read Full Post »