(4). Mencari Batubara Di Pasir
Memasuki wilayah Kalimantan Timur, kemudian kami agak bisa bernapas lega. Kondisi jalan Trans Kalimantan mulai bagus dan mulus. Setidak-tidaknya kondisi jalan yang berlubang-lubang tidaklah separah di wilayah selatan. Kami melewati kota kecamatan Jaro, Muara Koman, Batu Kajang hingga tiba di persimpangan jalan Trans Kalimantan di kecamatan Kuaro. Suasana kota-kota kecamatan ini nampak berbeda dengan kota-kota kecil di wilayah selatan. Di wilayah utara ini terkesan lebih enak dipandang. Sama-sama kota kecil tapi nuansa kotanya berbeda.
Terlebih Muara Koman, kota yang memiliki kontur perbukitan ini selintas sambil jalan kota ini tampak indah dan tertata rapi. Dapat dipahami karena di wilayah ini menjadi basis aktifitas industri sehingga pemerintahannya tentu lebih kaya oleh kontribusi dari industri, dibanding daerah lainnya. Industri perkayuan, perkebunan dan pertambangan memang betebaran di wilayah Kalimantan Timur.
Suasana lebih ngota lagi nampak di kota Batu Kajang dimana terdapat industri tambang batubara PT Kideco, juga sebuah perusahaan tambang batubara papan atas. Suasana kotanya lebih hidup dan ramai. Refleksi dari gairah ekonomi masyarakatnya yang tumbuh seirama dengan pertumbuhan industri di sekitarnya. Mekanisme pasar yang logis-logis saja. Di mana-mana juga begitu. Di mana ada gula, di situ ada semut. Hanya biasanya, semakin manis gulanya semakin banyak pula semut-semut nakalnya…..
***
Tepat di pertigaan Kuaro, kami berhenti untuk makan siang. Ya, pokoknya cari warung sedapatnya, wong ini kota kecil yang sepi. Saat itu waktu sudah menunjukkan sekitar jam 15:00 WITA. Ketemulah menu makan siang dengan daging payau, sebutan lokal untuk daging rusa yang rasanya mirip-mirip daging kambing.
Dari pertigaan Kuaro, kalau terus ke atas (utara) akan menuju arah kota Balikpapan, sedang kalau ke selatan menuju kota Tanah Grogot. Tujuan kami sore itu adalah menuju kota Tanah Grogot yang berjarak 28 km lagi dari Kuaro. Kami akan menginap di Tanah Grogot.
Akhirnya sekitar jam 5 sore kami sudah memasuki kota Tanah Grogot. Sebuah kota yang tidak terlalu padat, jalan-jalan kotanya cukup lebar dan berpenampilan bersih, sehingga enak dilihat. Tanah Grogot adalah ibukota kabupaten Pasir. Kabupaten yang letaknya paling selatan dari wilayah propinsi Kalimantan Timur dan berbatasan dengan Kalimantan Selatan. Kota-kota kecamatan yang saya lalui sejak memasuki perbatasan Kalimantan Timur adalah termasuk dalam wilayah administrasi kabupaten Pasir.
Tujuan utama perjalanan kami kali ini memang menuju ke kota ini, tepatnya ke wilayah kabupaten Pasir. Kami akan blusukan di beberapa lokasi untuk mencari dan melihat-lihat singkapan batubara. Lokasi singkapan yang sebelumnya sudah kami ketahui posisinya dan koordinatnya. Tentu saya tidak sendiri, melainkan ditemani oleh geologist yang memang ahlinya dalam urusan singkap-menyingkap untuk melihat lebih detil apa yang ada di baliknya.
Kami sudah kangsenan (janjian) dengan orang yang akan mewakili penguasa lokasi batubara untuk bertemu di Tanah Grogot. Utusan penguasa lokasi (bukan pemilik, melainkan pemegang hak Kuasa Pertambangan) akan menemani kami menunjukkan lokasi-lokasi singkapan batubara yang sudah diketahui. Meskipun kami sudah memiliki data-data koordinatnya, adanya “saksi mata” ini akan mempermudah dan mempercepat pekerjaan, dibandingkan kalau kami mesti thunak-thunuk ngalor-ngidul mencari sendiri lokasi singkapannya. Belum lagi nanti kalau dicurigai macam-macam oleh pemilik tanahnya. Bisa runyam akibatnya. Maka adanya pendamping dari orang yang sudah mengenal dan dikenal di sana akan sangat membantu.
Prinsip mencari singkapan dan lalu mengeksplorasi potensinya, adalah juga yang saya terapkan dalam mengelola warung mracangan “Madurejo Swalayan” yang (alhamdulillah) sekarang semakin tumbuh sehat menjelang setahun usianya. Tanpa bermaksud mengajari siapapun, yang saya lakukan hanya sekedar menemukan singkapannya lalu menangkap peluang di baliknya. Ini hanyalah salah satu jenis suplemen yang telah terbukti khasiatnya meningkatkan vitalitas usaha.
***
Besoknya kami akan blusukan di salah satu sudut wilayah kabupaten Pasir untuk mencari batubara. Mencari batubara di Pasir, hanya mungkin ada di Kalimantan. Jangan coba-coba mencarinya di pasir kali Opak atau pasir kali Krasak, misalnya. Seuntung-untungnya, hanya akan menemukan batu yang membara di pasir Merapi ketika terjadi erupsi.
Yogyakarta, 5 Agustus 2006
Yusuf Iskandar
Tag: batubara, kideco, kuaro, pasir, tanah grogot