Feed on
Tulisan
Komentar

Arsip untuk Maret 15th, 2008

(8).   Antara “Pasir” Dan “Paser”
Hari Kamis pagi, 27 Juli 2006, kami sudah berkemas-kemas hendak meninggalkan hotel. Waktu sudah menunjukkan menjelang jam 11:00 siang WITA ketika akhirnya kami meninggalkan kota Tanah Grogot dan kembali ke Kuaro. Sesampai di persimpangan kota Kuaro, kami mengambil jalan ke utara menuju arah kota Penajam dan Balikpapan. Pada papan penunjuk arah [...]

Read Full Post »

(9).   Menyeberang Ke Balikpapan
Di pelabuhan penyeberangan kota Penajam inilah jalan Trans Kalimantan penggal selatan, atau Jalan Ahmad Yani, atau Jalan Propinsi, atau Jalan Negara, atau Jalan Raya Penajam seolah-olah berujung, yaitu di pelabuhan penyeberangan menuju kota Balikpapan. Selanjutnya dari Balikpapan akan disambung lagi dengan jalan Trans Kalimantan penggal utara sampai terus ke atas entah dimana [...]

Read Full Post »

(10).   Di Tepinya Sungai Mahakam
Kira-kira sudah lewat jam tujuh malam, ketika akhirnya tiba di kecamatan Loa Janan. Tadinya saya pikir sudah masuk Samarinda, soalnya kota kecil Loa Janan malam itu demikian padat dan lalulintas berjalan merambat. Rupanya kota Samarinda masih delapan kilometeran lagi. Praktis, kota Loa Janan dan Samarinda sepertinya sudah menjadi satu. Tak ubahnya [...]

Read Full Post »

(11).   Nggado Ikan Puyu Goreng Garing
Hari itu, Jum’at, 28 Juli 2006, agenda kami adalah urusan perkantoran. Maksudnya, pergi ke beberapa kantor, untuk bertemu dengan beberapa orang, untuk menyelesaikan beberapa urusan. Agenda tentang beberapa ini akan selesai pada tengah hari, sebelum tiba waktu jum’atan. Maka pada siang harinya akan saya manfaatkan untuk bersilaturahmi dengan sebuah keluarga [...]

Read Full Post »

(12).   Kutai, Koetai, Kho Thai atau Quetairy
Berhubung hari Jum’at sore itu tidak ada kegiatan, sementara rencana besoknya adalah pulang ke Jogja, maka jangan lewatkan sedetik pun untuk tidak melihat hal-hal baru. Pilihan jatuh pada kota Tenggarong, ibukota kabupaten Kutai Kartanegara (disingkat Kukar, terkadang orang menyebutnya dengan Kutai saja, padahal mestinya ada kabupaten Kutai Barat dan [...]

Read Full Post »

(13).   Tenggarong Di Waktu Sore
Sejarah panjang masa kejayaan kerajaan Mulawarman dan kerajaan Kutai Kartanegara adalah aset budaya yang terlalu sayang untuk dikesampingkan. Catatan sejarah dan peninggalannya itu sudah semestinya menjadi salah satu sumber daya yang masih sangat terbuka untuk digali potensinya.
Ketika Indonesia merdeka dan kemudian diberlakukan undang-undang daerah swapraja, keraton Kutai Kartanegara mulai seperti kehilangan [...]

Read Full Post »

(14).   Rebutan Bukit Soeharto
Hari Sabtu, 29 Juli 2006 adalah hari terakhir kami di bumi Kalimantan, tepatnya propinsi Kalimantan Timur. Masyarakat setempat bangga menyebutnya “Banua Etam” (bahasa Kutai yang artinya “kampung kita”). Sudah sering disebut-sebut, bahwa propinsi Kalimantan Timur ini termasuk propinsi terkaya di Indonesia. Kekayaan yang berupa minyak bumi, gas alam, batu bara, emas dan [...]

Read Full Post »

(15).   Tragedi Pembantaian Masal Di Kota Minyak
Sejarah berdirinya kota Balikpapan tidak dapat dipisahkan dari industri perminyakan, yaitu sejak pengeboran minyak pertama kali dilakukan di teluk Balikpapan pada tanggal 10 Februari 1897, oleh perusahaan Mathilda sebagai realisasi dari pasal-pasal kerjasama antara J.H.Menten dengan Mr. Adams dari Firma Samuel & Co.
Sejak jaman Belanda hingga sekarang di bawah [...]

Read Full Post »

(16).   Kenapa Disebut Balikpapan?
Sebentar lagi pesawat Mandala akan membawa kami kembali ke Jogja. Siang itu, Sabtu, 29 Juli 2006, bandara Sepinggan nampak padat dan ramai. Agaknya bandara internasional Sepinggan ini termasuk bandara yang cukup sibuk. Sejak tahun 1995 bandara ini juga mulai ditunjuk sebagai bandara embarkasi jamaah haji yang berasal dari sebagian Kalimantan dan sebagian [...]

Read Full Post »