Pengantar :
Berikut ini adalah catatan perjalanan saya sewaktu berkesempatan mengunjungi kota Bengkulu dan sekitarnya pada bulan Juni 2006. Perjalanan ini adalah kunjungan saya yang pertama ke Bengkulu, sejak saya meninggalkannya tahun 1995. Sebelumnya saya pernah bekerja sebagai buruh tambang di desa Lebong Tandai, pedalaman Bengkulu Utara, yaitu dari tahun 1988 hingga tahun 1995. Anggap saja perjalanan saya [...]
Read Full Post »
(1). Tiba Di Bandara Fatmawati Soekarno
Ada yang berbeda dengan Adam Air yang saya tumpangi hari Minggu kemarin. Sejak dari Yogyakarta menuju Jakarta, lalu dilanjutkan menuju Bengkulu, semua pramugari Adam Air tidak mengenakan seragam seperti biasanya. Para pramugarinya tampil santai. Mereka hanya mengenakan kaos yang warnanya tidak seragam dipadu dengan celana denim biru berbagai merek. Kaos [...]
Read Full Post »
(2). Ladang Emas Hitam Di Taba Penanjung
Di tengah teriknya siang, kami (saya dan beberapa teman) pergi meninggalkan kota Bengkulu menuju ke arah timur. Mengikuti jalan raya yang menuju kota Curup dan Lubuklinggau. Kira-kira tiba di kilometer 20, di desa Taba Lagan lalu nyempal membelok menuju arah tenggara. Masih melalui jalan aspal beberapa kilometer sampai ke [...]
Read Full Post »
Posted in > Berkunjung Ke Bumi Raflesia, BENGKULU, tagged durian, jalan tambang, kopi, kulit durian, mbelah duren, roti, siring, sumatra, tembaga on 7 Maret 2008 | Tidak ada komentar »
(3). Mbelah Duren Di Waung Pak Leman
Sejak saya datang menjelang maghrib, Pak Leman yang nama lengkapnya Soleman (konon kalau di Jerman ejaannya menjadi Lehmann…..), tak habis-habisnya bercerita tentang pengalaman hidupnya menjadi pekerja tambang. Mengaku sebagai penduduk asli dusun Siring, sejak tahun 1983 Pak Leman dan keluarganya menempati sepetak rumah merangkap warung di pinggir jalan tambang. [...]
Read Full Post »
Posted in > Berkunjung Ke Bumi Raflesia, BENGKULU, tagged belanda, danau, bengkulu, dendam tak sudah, wisata, jagung bakar, kelapa muda, de dam, sapu jagat on 7 Maret 2008 | Tidak ada komentar »
(4). Danau Dendam Tak Sudah
Konon (pantesnya lalu disambung dengan, kabarnya…), menurut sohibul-dongeng, ada penguasa sebuah kawasan subur makmur yang kecewa berat kepada masyarakat sekitarnya gara-gara tidak pernah disetori kambing setiap tahunnya. Sang penguasa lalu menaruh dendam kesumat kepada siapa saja, semua keturunan masyarakat penikmat kawasan subur makmur itu.
Orang menyebut sang penguasa itu sebagai Sapu Jagat [...]
Read Full Post »
(5). Fort Marlborough Dan Kawasan Pantai Di Sekitarnya
Menjelang senja, saya tinggalkan danau Dendam Tak Sudah beserta keelokan panoramanya. Sebelum kembali ke hotel, ada baiknya berkeliling melihat kota Bengkulu. Kawasan pantai menjadi pilihan. Di sana ada benteng Fort Marlborough (tapi tidak ada jalan Malioboro di Bengkulu), tempat bersejarah peninggalan bangsa Inggris yang dibangun tahun 1714. Bukan [...]
Read Full Post »
(6). Membeli Kopi Bengkulu Di Pasar Panorama
Pesan paling pas bagi penggemar kopi kalau kebetulan berkesempatan datang ke Bengkulu adalah : jangan lupa membeli kopi Bengkulu. Pesan itu kini saya amalkan. Bahkan sudah saya amalkan dengan tertib ketika lebih sebelas tahun yang lalu saya masih bekerja di Bengkulu. Setiap kali cuti ke Jogja, pasti saya sempatkan [...]
Read Full Post »