Hujan semalam telah menyebabkan transportasi di jalan poros antara Samarinda - Tanjung Redeb, Kaltim, terhambat cebakan lumpur. Jalan poros ini adalah satu-satunya sarana transportasi darat bagi masyarakat dari kedua kabupaten, Berau dan Kutai Timur, baik untuk transportasi penumpang, logistik maupun keperluan ekonomi lainnya.
Cebakan terparah terjadi pada lokasi sekitar 535 km utara Balikpapan, atau jam ke-15 [...]
Read Full Post »
Pengantar :
Berhubung tidak kebagian tiket pesawat Balikpapan - Tanjung Redeb, maka akhirnya saya dan 4 orang teman nekat menempuh perjalanan darat menyusuri jalan Trans Kalimantan atau juga disebut dengan jalan poros Balikpapan - Tanjung Redeb. Perjalanan ini adalah dalam rangka kunjungan ke lokasi tambang batubara di wilayah Kabupaten Berau, Kaltim, dari tanggal 4 sampai 7 [...]
Read Full Post »
Posted in > Trans KALIMANTAN Balikpapan - Tanjung Redeb, tagged balikpapan, berau, bontang, innova, kelay, kongbeng, kopi, kutai timur, muara wahau, samarinda, sangatta, tanjung redeb on 28 Maret 2008 | Tidak ada komentar »
(1). 20 Jam Melintasi Jalan Poros Balikpapan - Tanjung Redeb
Hari-hari di minggu pertama awal tahun baru ternyata memang hari-hari sibuk orang bepergian. Semula berencana hendak naik pesawat menuju kota Tanjung Redeb, ibukota kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Rupanya pesawat yang terbang langsung dari Balikpapan sudah penuh dipesan. Mencoba alternatif lewat Tarakan, juga sudah fully booked. Apa [...]
Read Full Post »
(2). Pesona Wisata Yang Luar Biasa Ada Di Berau
Sebagai ibukota kabupaten Berau, Tanjung Redeb hanyalah sebuah kota kecil. Tidak perlu waktu lama untuk berkeliling melewati semua jalan yang ada di kota itu. Belum terlalu padat penduduknya. Demikian halnya lalulintas kota Tanjung Redeb relatif masih belum padat. Kalau sesekali tampak kesemrawutan lalulintas kotanya, itu seringkali karena [...]
Read Full Post »
Posted in > Trans KALIMANTAN Balikpapan - Tanjung Redeb, tagged baitul hikmah, banua, becak, berau, berau coal, kelay, pasar bugis, segah, taman cendana, tanjung redeb, tepian on 28 Maret 2008 | Tidak ada komentar »
(3). Tidak Ada Becak Di Tanjung Redeb
Wilayah kabupaten Berau yang luasnya sekitar 34 ribu kilometer persegi dan kini barangkali hanya dihuni oleh sekitar 150 ribu jiwa penduduknya, relatif merupakan kawasan yang masih sangat longgar. Sebagian besar penduduknya terkonsentrasi di wilayah ibukota Tanjung Redeb. Kecepatan pertumbuhan kotanya banyak dipengaruhi oleh karena banyaknya kaum pendatang. Mayoritas masyarakat [...]
Read Full Post »
(4). Ketika Gadis Jawa Tertipu Di Teluk Bayur
Niatnya mau mencari jalan terobosan dari jalan raya menuju ke tepian sungai Segah. Tapi rupanya sulit. Semak dan rawa menghadang. Terpaksa kudu mencari jalan lain, dan satu-satunya jalan adalah mengambil jalan memutar menyusuri sungai Segah. Berarti harus menyewa ketinting atau perahu motor di pelabuhan Teluk Bayur.
Siang itu panas [...]
Read Full Post »
(5). Penumpang Kepagian
Akhirnya saya harus meninggalkan Tanjung Redeb. Tidak seperti ketika berangkatnya perlu 20 jam melewati jalan darat dari Balikpapan. Saat kembali ke Balikpapan saya sudah pesan tempat untuk menggunakan moda angkutan udara dari Tanjung Redeb.
Menurut jam penerbangan yang terulis di tiket, pesawat Trigana Air jurusan Tanjung Redeb - Balikpapan akan tinggal landas jam 6:45 [...]
Read Full Post »
Di Papua sendiri, buah matoa ini tidak dijumpai di semua wilayah. Ada daerah-daerah tertentu dimana buah matoa banyak dijumpai, sementara di daerah yang lain rada susah menemukannya. Buah matoa dari Jayapura lebih dikenal orang daripada yang berasal dari kota-kota lain di Papua. Katanya, rasanya lebih enak dan daging buahnya lebih tebal. Sedangkan buah matoa dari [...]
Read Full Post »
Posted in > Seputar TEMBAGAPURA, PAPUA, tagged cacing, fear factor, hak asasi, helminthophobia, phobia, Scoleciphobia, takut, vermiphobia, wormophobia on 22 Maret 2008 | Tidak ada komentar »
Misty Chapell sempat kamitenggengen (tertegun seperti tidak percaya), menatap seonggok cacing yang tampak pating krungkel (saling belit-membelit menjadi satu). Bukan karena kaget atau kagum, melainkan karena dia harus segera memakan cacing-cacing itu. Ya, Misty mesti mengambil cacing-cacing itu, lalu mengunyah dan menelannya. Rasa jijik, kotor, mau muntah, mual, jorok, bercampur menjadi satu.
Mula-mula Misty merasa begitu [...]
Read Full Post »
Sehabis subuh, bersiap hendak terbang ke Bengkulu. Secangkir Coffee-Mix sudah siap di meja. Sambil menunggu taksi, sambil menyeruput kopi campur. Dan, tidak ketinggalan sebatang rokok putih, yang ternyata tinggal sebatang dalam bungkusnya yang berwarna merah-putih.
Setelah membaca koran pagi, barulah saya ingat bahwa hari itu adalah tanggal 31 Mei sebagai Hari Tanpa Tembakau (World No Tobacco [...]
Read Full Post »
Pagi itu, kira-kira sebulan yang lalu, saya mesti buru-buru menuju bandara Cengkareng. Menurut tiket pesawat yang sudah di tangan, saya akan kembali ke Yogya dengan pesawat Mandala penerbangan pagi. Sebenarnya saya rada ogah-ogahan naik pesawat ini. Waktu berangkat ke Jakarta kemarinnya naik Garuda, tapi kembali ke Yogya terpaksa menggunakan jasa pesawat Mandala karena kehabisan tiket [...]
Read Full Post »
Hari sudah gelap di Kemang Timur. Akhirnya dapat taksi juga setelah agak lama menunggu di tepi jalan, gerimis lagi. Begitu duduk di jok belakang kiri, segera terasa bahwa kondisi kendaraan masih agak baru. Meski rada remang-remang, interior dalamnya terlihat bersih, tidak kusam, tidak terkesan jorok, tidak bau apek. Pendeknya, sudah lama tidak ketemu taksi yang [...]
Read Full Post »
Jam limo keliwat limo (05:05) pagi, sepur Argo Dwipangga jurusan Solo - Jakarta memasuki statsimun Jatimanaraga (Jatinegara, mangsudnya…..). Saya terbangun dari mimpi karena selimut pinjaman pramugari sepur ditarik-tarik sama yang tadi meminjaminya, sesaat sebelum kereta memasuki Jatinegara. “Hampir sampai…..”, katanya seperti terburu-buru sembari tidak perduli.
Mata masih agak siut-siut, antara melek dan merem. Saya lihat jatah [...]
Read Full Post »
Posted in > Seputar TEMBAGAPURA, PAPUA, tagged alaska, bandara, beruang, kata tjuta, madison, mardi gras, new orleans, rokok, sampah, singapura, taipei, tembagapura on 21 Maret 2008 | Tidak ada komentar »
Pengantar :
Cerita di bawah ini saya tulis karena terinspirasi oleh cerita sahabat saya (Mas Mimbar Saputro) tentang crew drumband yang merangkap tukang sampah di Singapura. Sebagian dari cerita di bawah ini pernah saya singgung dalam tulisan saya beberapa tahun yll. Namun tidak ada salahnya saya singgung lagi untuk menambah kelengkapan ilustrasi - yi
——-
Orang Jakarta pernah [...]
Read Full Post »
Posted in > Seputar TEMBAGAPURA, PAPUA, tagged bandara, dwarf, gurun, hamster, hamstern, hewan, lucu, pasar ngasem, tembagapura, tikus on 21 Maret 2008 | 3 Komentar »
Anak laki-laki saya yang baru naik ke kelas 5 SD sangat menyukai hamster piaraannya. Prejengan (profil tubuh) hamster yang kecil imut-imut, lucu dan bersih itu barangkali yang menjadikan anak-anak banyak yang menyukainya. Sepulang dari liburan dua minggu yang lalu, induk hamsternya beranak lagi untuk ketiga kalinya. Padahal umurnya baru tujuh bulan.
Ketika umur hamsternya baru tiga [...]
Read Full Post »